Ternyata, di luar masih gelap

Separuh musim sudah berlalu, serparuh ego ku juga mulai menguap
Yang tersisa adalah jiwa yang candu pada renungan
Ini renunang terpanjang yang pernah kulewati, walau tanpa langkah panjang, nafas aspal atau debu jalan.

Dan selalu saja, memvonis perasaan dengan pikiran,
Kenapa sangat sulit adil sejak dalam pikiran?
deretan gamang fikiran, raungan hati
serta ukuran-ukuran logika yang menuntut pembuktian
serupa dengan cermin yang menguap ilusi
semacam kabut di tingkat langit
manis sekaligus pahit berharmoni di tempat yang sama

bintang, hujan dan paradoks
gengaman dan spasi yang melebar
serta do’a do’a di ujung senja dan ujung malam

ah, ini kan cercau patah hati

mendadak ingin menjadi penari seperti para sufi
kemudian bersiap menjadi pelari…

entah lah subuh ini aneh sekali
ternyata, di luar masih gelap, aku begitu takut
lihat lah pada bulan yang digigiti awan
ada banyangan kita disana, menakutkan.

Cambay Agung, 22 Juni 2013 04.34

selamat pagi sayang
aku baru hendak memulai mimpi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s