Distorsi Kampus Pergerakan

Sebelumnya saya ingin mengucapkan minal adihin wal faizin kepada seluruh teman-teman mahasiswa dan pejuang parlemen jalanan di Universitas Kehidupan ini yang terus berkomitmen untuk terus berkontribusi di Gerakan Mahasiswa/GM, karena memang belum ada sebulan kita meninggalkan ramadhan yang agung. Berawal dari sebuah prasangka, kemudian berangkat melakukan pembenaran kemudian mencari data dan fakta untuk menguatkan pembenaran yang telah kita lakukan, itulah tahapan membuat opini. Namun bagaimanapun kebenaran tetaplah kebenaran meskipun dia telah kehilangan orang yang menyepakatinya sebagai kebenaran karena kebenaran adalah mutlak bukan hasil dari kesepakatan.

siluet-demonstrasi-mahasiswa-2

 

Mahasiswa, tentu kita tidak asing dengan istilah ini karena kitalah kelompok yang disebut mahasiswa itu sebuah kaum minoritas yang memiliki posisi strategis dalam politik. Karena mahasiswa netral seperti oksigen, tidak berwarna. Pun bisa secara bebas bergerak dilingkungan manasaja, menembus lapisan atas ke golongan bawah yaitu rakyat atau kelompok ploletarian, yang paling banyak menjadi korban pelaku kebijakan (steakholder). Atau memukul keatas kegolongan Aristrokat, Penguasa dan Steakholder. Posisinya yang strategis ini membuat mahasiswa memliki hak-hak istimewa yang menjadi fungsi dan perannya dalam sebuah Negara yaitu komponen ke 4 yang bisa berpengarus terhadap stabilitas suatu Negara, selain dari Luar Negeri, Media, dan Militer, mahasiswa menjadi kelompok yang ke4. Tidak bisa kita elakkan peristiwa peristiwa besar yang mengubah dunia pasti tidak terlepas dari pengarus 4 kelompok tadi. Lihat PD I dan II, Lihat Revolusi Bolsevic, Revolusi Industri, Bahkan Reformasi di Indonesia, tidak lepas dari peran Luar negri, media, militer dan tentunya Mahasiswa.

Universitas sriwijaya, kampus kebanggaan kita. Di Pundak kita Almamater kuning itu kita junjung tinggi. Karean kita adalah mahasiswa pilihan yang bisa memasuki kampus ini, tentunya setelah berjuang mengalahkan lawan-lawan kita melalui sebuah seleksi alam yang ketat. Sehingga hanya yang berkualitas sajalah yang berhak memasuki kampus kebanggaan ini.

Sejak awal berdirinya kampus ini, berdiri pula kelompok-kelompok mahasiswa sebagaimana yang disebutkan oleh saudara Elly Sumantri sebagai Agent of Change, Agen of Social Contol dan Iron stock merekalah mahasiswa yang peduli dengan keadaan disekelilingnya, lingkungannya, dan juga bangsanya. Merekalah Anggota Parlemen jalanan yang aktiv sebagai penyambung lidah rakyat kepada penguasa. Padahal mereka tidak digaji sebagaimana Anggota parlemen sesungguhnya. Tapi tetap, mereka rela berpanas panas, menerjang tactikalshield polisi yang berlapis-lapis atau rela dipukul dengan tekpi polisi yang hitam dan perkasa. Atau menerobos Water canon dan gas airmata. Satu hal yang mereka perjuangkan, yaitu kebenaran. Mereka berprinsip untuk apa memperjuangkan perdamaian jika kebenaran telah dirobek-robek. Dan harga diri telah dicabik cabik. Merekalah pembuat huru-hara kekejaman penguasa. Mematahkan tirani kekusaan. Membebaskan ketertindasan rakyat.

Pasca puncak kejenuhan dari GM yang terjadi sebelas tahun yang lalu di Puncak kejenuhan masyarakat terhadap Tirani orde baru di 1998 ditambah krisis ekonomi yang kemudian berlanjut ke krisis multidimensi. Dan juga kebosanan rakyat dibungkam selama puluhan tahun. Mahasiswa bersama-sama gerakan rakyat berhasil menumbangkan kezhaliman Soeharto dan antek-anteknya, Namun kemudian terjadi distorsi kekuatan GM, setelah semua elemen mahasiswa yang awalnya satu tujuan satu visi yaitu menumbangkan Ordebaru dan Reformasi secepatnya, sebelum tuntas reformasi itu mahasiswa malah terpecah-belah menjdi kelompok-kelompok di pemilu 2004 dan kemudian menghilag sama sekali sampai sekarang. Kalaupun ada rata-rata Cuma Gerakan yang sifatnya spontanitas dan Sekup local tertentu, bertolak belakang dengan Mahasiswa yang gelisah dari 1979-1998.

Mendadak mahasiswa sekarang memiliki sifat yang jauh dan bahkan bertolak belakang dengan saudara tua nya baik mahasiswa 1956, 1987, maupun 1998. Mahasiswa sekarang tidak lagi menyukai huru-hara. Miskin kajian dan bahkan jarang berdemonstrasi. Kalaupun berdemonstasi tidak lagi se greget saudara-saudara tua. Awalnya ada semacam virus yang melanda dikalangan mahasiswa secara umum yaitu Apatisme yang meracuni pikiran mahasiswa untuk kuliyah sahaja, cepat tamat, IPK besar itu yang terkadi. Namun belakangan ternyata virus ini tidak hanya menyerang mahasiswa umum, malah mahasiswa yang menyebut diri mereka sebagai organisatoris atau aktivis pun tertular virus yang sama. Sehingga tingkat partisipasi mahasiswa yang ikut di Organisasi kampus semakin kecil, apalagi yang mau totalitas di GM.

Kemudian di awal dekade ke dua pasca reformasi kemaren disertai kerinduan untuk mnyeru pada kebenaran dan membebaskan ketertindasan rakyat dari kebodohan dan pemdohan, Segelintir mahasiswa di kampus hura-hura ini mencoba melakukan evaluasi terhadap fenomena diatas.  Namun sepertinya belum menemukan sebuah formula yang ampuh untuk memvaksinasi penyakit yang menimpa mahasiswa modern ini. Namun mereka sepakat untuk mengakhiri titik balik kurva penurunan yang terjadi digerakan mahasiswa, dengan apasaja yang mereka punya. Baik pena, suara, harta, jiwa atau sekedar niat untuk berkomitmen melakukan perbaikan di GM. Mereka tak mengenal lelah untuk sekedar berkumpul melakukan kajian, mengadu perbedaan padandangan atau mencari alternative solusi. Pun tiba-tiba segelintir orang ini tiba-tiba menghilang mungkin mereka masih malu malu untuk menujukkan taring mereka. Atau mungkin sedang menyiapkan sebuah alternative solusi untuk semua persoalan diatas. Entahlah tapi kami semua menghrapkan kehadiran mereka kembali.

Untuk semua kawan-kawan mahasiswa angkatan aktif 2007-2009 dan kawan-kawan di Serikat, aku merindukan makan roti bakan dan minum segelas bandrek bersama kalian.

4 Oktober 2009, di sebuah pemberhentian

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s