Filed under Uncategorized

Socrates: Cinta, Pernikahan & Kebahagian (Filsafat)

Socrates: Cinta, Pernikahan & Kebahagian (Filsafat)

Kutinggalkan mukim diri ke kelindan lalu lalang orang pada taman kota ini. Aku ingin tanggalkan sejuta gelisah dalam jiwa, karena menghitungi tanggal  yang tak juga genap. Air, aku hanya ingin melihatnya. Pada air yang beriak sesaat setelah kerikil ku lempar kepermukaannya. Dulu aku sering membunuhi waktu disini, sendirian saja. Atau bersama Anni, gadis imajiner dalam … Continue reading

D{h}ien

D{h}ien

…desah daun-daun pada bisik-berisiki angin malam Pecah-memecah: kekhusukan malam dari tasbih suci tidurnya Sunyi… …eksintensiku yang semula maujud dalam dzikir-dzikir mimpi Memuai secara beralahan bersama-dengan nafas-nafas malam Laillaha illallah… Satu, tiga, lima, tujuh, sembilan …. tiga puluh tiga Aku sempurnya dalam tarian-tarian dzkir Yang berhenti pada hitungan-hitungan ganjil Tasbih-tahmid-takbir Aku mulai kehilangan eksistensi diriku, Ya … Continue reading

Diakronis kerinduan

Diakronis kerinduan

  Apa kabar mu? Mungkin kau sering sekali mendengar kalimat itu keluar dari mulutku, bahkan di perjumpaan kita di hari lalu pertanyaan itulah yang pertama kali ku lepas bersamaan dengan senyum bulan sabit yang kau lemparkan.   Yaa, kau tentu paham kalimat itu mempresentasikan apa Untuk kita yang terhubung oleh jarak dan waktu, begitu paham … Continue reading

Ka[Lae]doscope 15

Ka[Lae]doscope 15

Malam ini, masih sama seperti malam-malam sebelumnya. diantara malam yang pekat, ego bintang-bintang karena ketiadaan hujan. dan aku kian sadar dunia tak selebar cangkir kopi ini entah teguk yang keberapa, yang ku tahu makin candu sahaja pada kopi semakin kemari tuk merayakan spasi dan hari yang tlah berlalu tanpamu pahitnya, sama.   berdiskusi dengan dewi … Continue reading

Petrichor, Faustus dan Senja

Petrichor, Faustus dan Senja

[1} Sore ini aroma petrichor tercium dari meja kerja ku, Menyelinap masuk melaui celah jendela yang seharusnya rapat Padangku melesat keluar, pohon-pohon dan rerumputan bergoyang Ah itu angin yang basah, Palembang hujan, kau dimana? Rasanya ingin segera pulang dan menyeduh kopi Lalu merapal mantra pemanggi bandul waktu Sayangnya jam pulang belum tiba, Petrichor saja tak … Continue reading

Pengelana Waktu

Pengelana Waktu

Menjadi penjelajah waktu adalah hal yang mustahil kan? Andai kita punya bandul waktu: yang punya kemampuan magis untuk membalikkan waktu kau mau apa? Ke masa lalu dan memperbaiki hal-hal yang terjadi di hari lalu Atau ke hari depan untuk mengetahui apa yang akan terjadi? Bukankah itu justru akan mengacaukan hari ini? paradoks waktu akan terjadi … Continue reading

Tepian Senja

Tepian Senja

Senja di tepian…. Hari itu di sebuah sore yang jinga, kita dalam satu horizon yang sama. Riak-riak dari gelombang sungai ini tegak lurus dengan komulus stratus dan sirrus diangkasa Dan ada kita ditepiannya, sama-sama membunuhi waktu satu persatu. Tanganmu saling bertumpuan satu sama lain, menopang dagu. Sementara matamu memandang jauh kearah tepian Larut disetiap debur … Continue reading

Rin;tik

Rin;tik

Mengapa ada pada peta yang membuat garis luka di beranda? -rin; rindu;  -du; duh; -mengadu; gaduh “Peta”; “Senja” Sehabis percakapan di ujung senja, sehabis riak gelombang Aku simpan separuhnya, dan Separuhnya lagi adalah luka Aku kira arah angin takkan kembali pada musimnya: Dan biarlah kenangan selalu saja bersenandung bersama hujan Hingga basah tanah: sisa hujan … Continue reading

Kuldesak

Kuldesak

Kuldesak Sudah sejak lama aku candu pada hujan dan puisi-puisi tentangnya, dan selalu ku usahakan menyelesaikan setidaknya satu bait saja, sebelum  menguapnya aroma basah tanah, setelah hujan mulai mengering. Seperti katamu,  keterlaluan sekali orang yang saat sedang hujan turun sementara diri jauh dengan kekasih yang dirinduinya tapi tak menghasilkan sebait puisi pun. Dan bukanlah kebetulan, … Continue reading