Tagged with Puisi

Senja kini, Kekasihku

Senja kini, Kekasihku

Senja kini, jiwaku merindu pada Mu, Kekasihku Dari atas menara jingga ini, kuhadapkan wajahku pada Mu tiada henti kukagumi ayat Mu pada setiap sudut semesta ini   La Ilahe Illallah tiada Dzat (yang berhak disembah) selain Engkau, Kekasihku Ajari aku membaca sajak kehidupan ini tanamkan padaku taqwa pada hati dan lisan hilanglah kedustaan dan kemunafiqan … Continue reading

Kuldesak

Kuldesak

Kuldesak Sudah sejak lama aku candu pada hujan dan puisi-puisi tentangnya, dan selalu ku usahakan menyelesaikan setidaknya satu bait saja, sebelum  menguapnya aroma basah tanah, setelah hujan mulai mengering. Seperti katamu,  keterlaluan sekali orang yang saat sedang hujan turun sementara diri jauh dengan kekasih yang dirinduinya tapi tak menghasilkan sebait puisi pun. Dan bukanlah kebetulan, … Continue reading

Kidung

Kidung

Hai, Tuan puteri bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali ya aku tak bercerita, tak keberatan kan jika kali ini aku bercerita, akan ku ceritakan tentang kerajaan kita semenjak kau pergi, iya kepergianmu yang kedua, banyak hal yang terjadi semenjak kau pergi, mengunci dirimu dalam sumpah bisu, sama seperti yang dulu, tapi bedanya kali ini kau benar-benar … Continue reading

Beranda Senja

Beranda Senja

aku masih disini, diberanda Sendiri menikmati rasa menanti tibanya jingga di senja yang menari rindu bersama mega kenang dirimu yang disana kemarilah, ke beranda kita belajar mengeja kata cinta karena memang sulit melafazd kata seperti katamu disuatu masa cinta sejati itu melampau kata disini lah, di beranda aku ingin kita bersama melukis jingga pada senja … Continue reading

Dialog Rinai

Dialog Rinai

Bila kukenang kembali desah-desah dedaunan saat pohon-pohon menari bersama kerinduan, Dia datang bersama angin tiupkan gelombang pada rambut bocah perempuan itu, kala tangan & matanya menggaris lurus langit kota ini, saat cahaya senja berpendar diantara siluet gedung-gedung. kutanya pada rinai: “apa kabar bocah perempuan itu?” rinai menjawab: “Bocah perempuanmu telah tumbuh & dewasa bersama dgn … Continue reading

Sungai dalam sajak

Sungai dalam sajak

Aku temukan sungai  dalam jiwamu airnya bawa pesan-pesan mu dari Uluan ke Iliran bersama gelombang rindu mu di antara desah angin dan riuh nafas warga kota sementara…. di sini aku, tenggelam dalam sajak-sajak Cambay Agung, 1 Feb 2013 21.28 WIB Posted from WordPress for BlackBerry

Angin Kehilangan

Angin Kehilangan

Angin malam kehilangan daun-daun dan desirnya Sebab ranting-rating yang patah tinggalkan luka Pada elang-elang yg berterbangan entah kemana Kadang ku bertanya apa mungkin masih cukup waktu Untuk mengembalikan angin ke arahnya semula Cambay Agung, 31 Jan 13 Angin Kehilangan Posted from WordPress for BlackBerry.

Fajar Ini, 1 Januari

Fajar Ini, 1 Januari

Kita bertentangan mata, bertukar pindai isi hati, seperti bercermin pada air kolam yang tenangnya rahasiaakan betapa dalam. Fajar ini, yang mengajari kita tentang do’a-do’a kesunyian dan mantra-matra kerinduan. Tentang kapan hujan harus turun juga kapan bintang harus bersinar, Ahai.. Kenapa kau masih bimbang menimang harapan Posted from WordPress for BlackBerry.

Tentang Kerinduan

Tentang Kerinduan

Ah kau masih saja menyimpan deru angin itu, sebagai tanda penerimaanmu yang dingin. Lihatlah bilanya pada hujan yang masih saja menguyur bumi, sama. Jika hati ini milikmu, mengapa masih bertanya mana yg menyedihkan puisi yang menceritakan dirinya sendiri atau untai kata yang kehilangan makna? Tahukah kau, bagaimana aku menikmati dingin malam? Merindukanmu saja aku berharap … Continue reading