Tagged with Cerita

Melipat Jarak

Melipat Jarak

Aku yakin kita pernah duduk bersama, juga menikmati senja di langit yang sama. Meskipun kita kita duduk ditempat masing-masing, atau mungkin pernah berpapasan di jalan mungkin juga berteduh di tempat yang sama di kala hujan Namun, kita takkan pernah mengingat kapan semua itu terjadi Iya, karena kita masih belum mengenal satu sama lain. Kita adalah … Continue reading

Kidung

Kidung

Hai, Tuan puteri bagaimana kabarmu? Sudah lama sekali ya aku tak bercerita, tak keberatan kan jika kali ini aku bercerita, akan ku ceritakan tentang kerajaan kita semenjak kau pergi, iya kepergianmu yang kedua, banyak hal yang terjadi semenjak kau pergi, mengunci dirimu dalam sumpah bisu, sama seperti yang dulu, tapi bedanya kali ini kau benar-benar … Continue reading

Space : Backspace

Space : Backspace

Space: backspace   [space] : [backspace]   Tuan putri, kemarin-kemarin kau bertanya padaku bagian hujan yang mana yang paling ku rindukan, iya kan? Lalu ku jawab saat kita mengeja hujan bersama, beberapa waktu lalu ditepian danau di juga di tengah perjalanan. Namun kali ini aku akan memberitahukan mu sebuah rahasia. Memang sangat menyenangkan saat kita … Continue reading

Solitude: Kita dan Senja

Solitude: Kita dan Senja

Lalu lalang orang erangan mesin tongkang petikan gitar pengamen lapak penjual mie tektek pantul jingga di riak sungai Senja segera berakhir. Kapal batu bara belum juga melintas? Ah, andai kau dsini: Berapa jumlah layangan diatas kampung di seberang itu mas? dipelukan rindu tetang mu Menghasilkan paradoks baru Jiwaku sepi padahal semesta begitu gaduh Tepi Musi, … Continue reading

Secangkir Kopi

Secangkir Kopi

Tuan putri, Tentu kau masih ingat kan? cerita sebulan yang lalu sebelum kita berpisah dan mas memulai perjalanan lagi jauh keluar kerajaan. Tentang secangkir kopi di sore itu, “Mas, awas kopinya nanti tumpah kena baju mas’’. Lalu karena keisenganku aku cipratkan ke pakaianmu, ‘’Yahh, Kopi. Kotor dong” Lalu kau pura-pura merajuk, dan seterusnya. Itu kejadian … Continue reading

Kalaidoskop Akhir Musim kedua

Kalaidoskop Akhir Musim kedua

Tuan putri, kau tahu betapa sangat aku merindukanmu, hari ini aku ingin menceritakan sebuah kisah, tapi bukan cerita cinta cinderalla, bukan juga cerita rama shinta apalagi siti nurbaya. Ini cerita tentang pertemuan kita di hari lalu, hingga kisah cinta kita di hari ini, tentu kau masih ingat kan.   Sssstttt….   Dengarkan aku baik-baik.   … Continue reading

Kemarilah

Kemarilah

Kemarilah sayang.. Pasti kau akan bilang kan “pinjam bahumu sayang”? kau ingin cerita bagaimana kau mengejar matahari yang terus bergerak dari terbit terik hingga jingga dan terbenam. Sampai kau lupa bagaimana rasa dahaga bagaimana lapar menyiksa, bahkan dengan pandanganmu terbatas, sementara jalan kau tempuh belum kau tahu ujungnya. Yah, aku Cuma bisa berdo’a semoga engkau … Continue reading

Yang Tak Menarik Tentang Sarjana

Yang Tak Menarik Tentang Sarjana

Yang tak menarik tentang sarjana Adalah ketakutan dimalam hari Ketika lembaran-lembaran naskah skripsi kian menghantui Yang menghibur tentang sarjana Adalalah sorak-sorai, tangis, gelak tawa bunga, kamera dan ucapan selamat di hari wisuda Jelang Penghujung 2012

Kosong Tujuh

Kosong Tujuh

Telunjukmu jadi tanda ditengah percakapan Kalau kau sungguh tak ingin bicara Pada cctv dan dinding-dinding gedung Yg akan kita tinggalkan Di dinding kiri, kita lihat tertempel begitu banyak pengumuman. Tp 1 yg paling menarik “Pemilihan Raya Presiden BEM 2012” Kita dengar dan kita kenal Kegaduhan di antara rumput, gazebo & pohon-pohon. Nafas Megapon dan pekik … Continue reading