Waktu

Kau tentu masih ingat kan kapan terakhir kali kita bertemu? Hari itu bukan hanya bertentangan mata, ah bukan hanya mata saja, tapi juga kata-kata, dan memang kita bertentangan dalam segala hal.

Entah kita sebut apa, awalan atau akhiran dari ceritera ini. Dari awal juga kita ragu satu sama lain kan? Seperti bintang dan hujan yang hakekatnya keberadaan yang satu adalah ketiadaan yang lain, Namun, kita terlalu tergesa-gesa menentukan kemana arah angin itu bertiup.

Kau tak memutuskan apapun, kau bilang kau tak mau memilih, tak berhak katamu, tak mau mendahului takdir.Ah kau memang merepotkan, padahal kau juga tahu, aku menunggu putusanmu.

Pada akhirnya: Jarak dan waktu lah yang memilihkan untuk kita, dan Kita membuat spasi satu sama lain. Aku tak tahu apakah kau masih berharap tangaku menemukan hatimu kembali? Spasi yang kita buat ini terlalu lebar, Kabut juga terlalu tebal, kau tahu kan, mencarimu dalam kabut tak semudah saat mencarimu dalam padang ilalang.

Dan akhinya kita berkejaran sang dengan waktu. Seperti yang kau tahu, waktu itu hanya tunduk pada penantangnya, sekali saja kita tertinggal, habislah kita menjadi masa lalu.

Hari ini, musim keempat dari hari itu,

Kurasa kau juga mendapat pertanyaan yang sama

“mau sampai kapan?”

Apa kau masih akan melimpahkan pada waktu untuk menjawabnya?Menipunya?

Sedangkan kau tahu wakt tak pernah mau menunggu?

Kau tak lelah?.

Kapan kita akhiri permainan ini?

Drama ini?

Kau tahu betapa merepotkannya mengumpulkan mozaik dari serpihan-serpihan itu, sementara kita sama-sama sibuk untuk menghidupa hari ini?

Dan kau masih juga pura-pura tak peduli?

Sebenarnya, dibawah kerahasiaan yang mana lagi kau akan bersembunyi? Kita sama-sama tahu apa yang di depan sana, namun terus saja kita menyangkal satu sama lain.

Kau tahu kan aku nyaris diambang batas.

Sampai kapan kita akan menipu waktu lagi?

Kau juga tahu kan jika di depan sana ada yang menunggu kita,

apa kita masih akan berkutat pada pertanyaan-pertanyaan yang tak berjung pada jawab ini?

Palembang, 5 Feb 2015

Di bawah tetesan rinai…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s