With{out}

Aku t’lah terlanjur mencintai sunyi
Candu akan hening dan sepi
Dalam gaduhnya semesta sekalipun
Pada riuh ramainya gelisah orang-orang pun
Juga pada lalu lalang pengendara di jalanan

aku t’lah terlanjur menyegel suara gaduh
dalam barisan mantra, puisi dan prosa
kubiarkan mereka yang menjerit
mengaduh: riuh dan gaduh
Sama gaduhnya dengan suara mesin tongkang di bawah Ampera
lalu-lalang warga kota di pasar rakyat
sorak-sorai: riuh dan gaduh

Paradoks ‘kan?
Aku mencintai sunyi dalam diri
Tapi aku berteriak, dalam  prosa, mantra juga puisi
Mencari Makna
Mungkin menyedihkan kan?
Sebuah kata jika harus mendeskripsikan maknanya sendiri
Sebuah puisi dan prosa jika harus menceritakan dirinya sendiri
Kehilangan Makna

Paradoks ‘kan?
Kita berusaha keras untuk saling melupakan
Namun, kita tak pernah berhenti untuk saling mengenang

Parakdoks ‘kan?
Sinkronis
Paradoks ‘kan?
Diakronis


With[out]
With…

Palembang 13 Nov 14

Paradoks Kan?
With[out]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s