Sengketa San kita

Aku hanya ingin berada disisimu

Duduk,menemanimu menghitung kapal-kapal yang melintas

Di tepian senja

Bersama jingga dan pantul bayang pada riak air

 

Aku hanya ingin berada di sampingmu

Berbicara tentang layang yang menghias langit kota

Sepertia biasanya

Sebelum senja merayu dan burung-burung kembali ke hutannya.

 

Malam-malam yang panjang

jalan-jalan yang panjang

juga perenungan yang panjang

 

Aku tak ingin khilaf bicara menjadi sengketa

Robhkan istana cinta yang pernah kita bangun

Menghapus harapan-harapan yang kita gantung tinggi dilangit

 

Aku yakin kau masih memiliki nya

Hati yang seluas samudra, beserta maafnya

Boleh aku mencinduknya, untuk membasuh hati dan kerinduan ini?

 

14 Mei 2014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s