Kemarilah

Kemarilah sayang..

Pasti kau akan bilang kan “pinjam bahumu sayang”?

kau ingin cerita bagaimana kau mengejar matahari yang terus bergerak dari terbit terik hingga jingga dan terbenam. Sampai kau lupa bagaimana rasa dahaga bagaimana lapar menyiksa, bahkan dengan pandanganmu terbatas, sementara jalan kau tempuh belum kau tahu ujungnya. Yah, aku Cuma bisa berdo’a semoga engkau baik-baik saja setelah perjalanan tadi…

kemarilah, mungkin aku dapat mengobati lukamu atau setidaknya ku lihat bola matamu yang kadang begitu teduh,  kadang juga bergejolak seperti ombak di samudera biru. Menelan semua perahu kertas yang terbuat dari lembar-lembar kisah lama mu….

Ah, setidaknya malam ini walau tanpa kata, kita bisa saling menjelaskan alasan kepergian bintang-bintang yang begitu kau nikmati saat aku disampingmu.

Kemarilah sayang, agar kita bisa bertukar pindai mata kita, agar kita bisa belajar ikhlas bersama, agar kita bisa menerima kenyataan. bahwa kadang daun-daun pun walaupun dalam satu dahan kadang bergerak tak seirama. Tergantung mana yang lebih kuat menciptakan harmoni, apakah arah angin ataukah ketahanan ranting.

Kemarilah sayang, tak perlu bicara karena tawa dan air mata sudah berbicara terlalu banyak, yah, terlalu banyak.

Kelak jika perahu-perahu kertas yang kau buat dari lembar-lembar lama mu habis, maukah kau berlayar bersamaku? bukan dengan perahu kertas, tapi dengan perahu sebenarnya.

Cambay Agung 2 Mei 2013

Kemarilah sayanggg, tidaklah kau ingin bercerita?

[Ahh…. ternyata aku tadi hanya bermimpi yah…]

 Gambar

3 thoughts on “Kemarilah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s