Siklus

Beberapa saat lalu aku baru menyadari betapa aku seorang manusia yang tak pantas sombong. Karena yang Maha hidup lah yang pantas mengenakan kain merah kesombongan itu. Saat sedang termenung di DPR(Dibawah Pohon Rindang) Kampus biru fkip, tanpa sengaja terhanyut dengan pemandangan depan mata. seekor induk burung yang sedang memberi makan tiga anaknya. mulai dari sang induk bolak-balik membawa makanan sampai me”loloh”kan ke tiga ekor anaknya. Aku bergumam dalam hati. sekarang saja burung kecil itu dipelihara induknya nanti dia kan terbang membuat sarang nya sendiri dan bertelur dan mengitu jejak induknya. Mereka tak pernah kelaparan karena alam menyediakan apa yang mereka mau. Allah lah yang memelihara mereka.

Tersentak mungkin tidak juga ya, sudah sering bertafakur dan bermuasabah sampai-sampai sekarang sangat sulit untuk menangis saja. begitulah fase hidup. lahir , lalu anak anak, tumbuh, dewasa, berbuat kebajikan, menikah, bahagia dan mati begitu seterusnya. itulah siklus kehidupan.

metamorfosa, tiba-tiba saja aku menyukai istilah ini kawan. Entah kenapa. Melihat indahnya kupu-kupu mungkin. teringat pelajaran di bangku dasar. Larva, Ulat, Kepompong, kupu-kupu yang indah itu tenyata berasal dari ulat yang sangat dibenci. karena menjijikkan dan gatal. aku sadar, aku manusia yang dhoif, aku ingin bermetamorfosa menjadi insan al kamil. seperti kupu-kupu indah.

kamar tanpa definisi
7agustus09
untuk guru kehidupan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s