Lari Jangan

kasih, kau masih ingat yang kau ucapkan. seberat apapun masalahamu, sekejam apapun dunia ini padamu. Jangan pernah berlari, berpaling apalagi bersembunyi. Berharap tak lagi menjumpainya. Berharap bisa menghindarinya.
Karena apa kasih, Seperapa jauh kakimu berlari. seperapa bisa mukamu kau palingkan. atau seberapa dalam sumur kau gali untuk bersembunyi. Dia akan menemuimu dalam sebuah episode dalam hidupmu.
Kekasihku, Alangkah indah jika engkau temui dia dengan dada yang lapang dan rumah hati yang jernih dan lantai nurani yang mengkilap. lalu kasih, hadapi dia dengan mentari indah senyum mu, ajaklah dia meneguk secangkir teh kesabaran dan menikmati sedikit jamuan pengangan keteguhan.
kasih, dan nanti begitu sadar dia telah pulang dari rumah mu. Kau akan dikejutkan dengan sesosok dirimu yang baru Sosok tegar dan berani dalam menatap matahari. tak kau cemaskan lagi saat lewati duri-duri kehidupan.

Dan yakinlah kasih, kau pun tak lagi takut dihempas ombak atau tsunami sekalipun. seperti batu karang di pantai selatan ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s