Pilpres

Suatu pagi di akhir juni (30/06) sepanjang jalan di Pantura. Bergentayangan Segala macam poster, Spanduk, banner dll. Yang menggambarkan ramainya kampaye pilpres yang akan di laksanakan 8 juli ini. yang menarik dari iklan2 tersebut bukan jargon yg di elu-elukan para calon mega-pro dengan ‘murah’nya sby-budiono dengan ‘lanjutkan’nya dan Jak-Wir dengan’lebih cepat lebih baiknya’ Tapi adalah iklan yg ada di pingir jalan yang isinya pemilu 1 putaran. Dengan Alasan menghemat anggaran negara sebesar 25 Trilyun rupiah. Saya sempat tertawa. Jangan-jangan 5 tahun lagi ada iklan dari pemerintah untuk tidak pemilu dengan Alasan yang sama.


samapai perjalanan penulis di beberapa pendakian di merbabu dan merapi penulis gelisah karena teringat sebuah hadist tentang perilaku boros. sampai malam ini (05/07) ditepian parang tritis, penulis baru berani menuliskan kegelisahan ini. Sebenarnya cukup familiar hadist ini. Bahkan anak-anak setingkat kelas v SD biasa menghadapi soal ini dalam ujiannya.
‘ Inal mubasyirin nakanu ihwanu syatin’
yang kira-kira begini bunyi kasar nya. Sesungguhnya pemboros adalah teman setan. dan anak kecil pun tahu kalau tempat setan itu di neraka.

Lalu, apa kaitannya dengan hadist ini dgn pilpres? dari dua premis diatas nanti nya bakal lahir kesimpulan yang membuat pilpres haram. kenapa? tanya pada nenek-nenekmu yang sudah di kursi roda menghabiskan sisa gajinya. Pedagang kaki lima, petani, buruh, pengemis. Apakah pemilu membawa perubahan? Apakah bertambah beras dan minyak goreng dirumah setelah ‘yoblos/nyontreng’. jawabanya pasti ‘Tidak’. pemilu malah membawa penderitaan dgn naik nya. harga bbm dan kebutuhan pokok. karena negara ini di pimpin oleh pemerintah yang ‘Ugal-ugal’ an dalam membuat kebijakan. maka ada benarnya guspur bilang ‘Lanjutkan penderitaan rakyat’. padah pilpres 2009 ini adalah pemilu ke 3 yg paling ‘demokratis’ setelah pemilu pertama tahun 1955 dan pemilu 2004. tapi juga pemilu yang menghabiskan dana banyak 25Trilyun rupiah dari APBN. bayangkan jika dana sebesar itu untukm menyekolahkan anak2 yg putus sekolah karena miskin, intensifikasi pertanian, atau membuka lapangan kerja untuk pemuda-pemuda yang tak bekerja. artinya pemilu lah yang seharusnya bertanggung jawab atas perampokan, pencurian, korupsi dll karena kelaparan. berarti kita ikut berdosa karema turv mensukseskan pemilu?

orang-orang pintar dan cerdas pasti mendukung hipotesa ini. pemilu iv pemborosan dan menyebabkan kita mengabaikan orang-orang yang lapar. Ini sudah dua dosa. Lalu ditambah lg dengan hadist. “Inal mubasyirin nakanu ihwanu syatin”. meyakinkan kita bahwa pemilu itu haram dan akan menjadikan kita teman setan, dan menjadi penghuni neraka,
ada yang ingin masuk neraka karena mensukseskan atau minimal membiarkan pilpres. tidak kan?

dimalam yang dingin dan gelisah di antara desirang angin laut selatan dan deburan ombak di parang tritis.
(05/07) Elang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s